Tepian Tanpa Batas

Di usianya yang senja, nenek ini masih harus begadang hingga dini hari untuk menjual barang dagangan di lapaknya yang mungil. Tangan-tangan keriputnya masih cukup perkasa untuk mempompa lampu petromaknya yang juga sudah mulai usang. Demi menghidupi diri dan keluarganya usahanya tak pernah terhenti di tengah jalan, ibarat sebuah tepian tanpa batas.

Jogja, Januari 2003 pukul 00.30 dini hari. Ya, foto ini cukup lama tersimpan di hard disk saya dan baru kali ini bisa menuangkannya dalam sebuah coretan. Kekaguman saya tak pernah sirna ketika memandangi foto ini. Bukan kekaguman atas “nasibnya yang kurang beruntung”, melainkan kekaguman saya atas gigihnya perjuangan seorang wanita (nenek) demi hidup dan kehidupan.

Lalu sejenak, pikiran saya menerawang lebih jauh lagi ketika saya teringat sosok Ibu saya. Meskipun nasib ibu saya jauh lebih baik dari si nenek penjual rokok itu (ibu saya pensiunan guru), tapi saya yakin bahwa Ibu saya juga seorang perempuanĀ  yang tangguh. Berjuang demi hidup dan kehidupan kami, anak-anaknya. Sama tangguhnya dengan si nenek ini.

bersambung

Perkalian Jari-Jari

Seperti yang kita tahu bahwa perkalian adalah salah satu hal yang paling mendasar dalam ilmu matematika. Dan termasuk salah satu ilmu yang paling sering dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun begitu, terkadang mungkin kita lupa dengan perkaliam sederhana, misalnya 6 x 9 itu berapa hasilnya? Sederhana sekali bukan? Tapi bisa saja dalam satu titik, dimana otak kita mengalami kejenuhan, perlu waktu extra untuk mendapatkan hasilnya.

Nah … Jika sudah demikian, ada cara mudah dengan memanfaatkan karunia Tuhan yang lain yaitu jari jemari tangan kita.

Rumusnya begini, di kedua tangan masing-masing berlaku:


  • Jari kelingking mewakili angka 6
  • Jari manis mewakili angka 7
  • Jari tengah mewakili angka 8
  • Jari telunjuk mewakili angka 9
  • Dan jempol berfungsi sebagai pelengkap perkalian

Nah, sekarang misalnya ada perkalian 7×7. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

  1. Tempelkan kedua jari manis (tangan kiri dan kanan)
  2. Jari yang menempel kebawah dijumlahkan. Jadi jumlahnya adalah 4, yaitu berasal dari 2 jari kelingking dan 2 jari manis.
  3. Jari-jari yang berada diatas jari menempel berlaku rumus perkalian. Yaitu 3×3=9, yang berasal dari 3 jari (tengah, telunjuk dan jempol) di tangan kiri dan 3 jari di tangan kanan.

Nah, hasilnya didapatkan dengan cara menggabungkan hasil penjumlahan yaitu 4 dan hasil perkalian yaitu 9. Jadi hasil perkalian 7×7 adalah 49

Bagaiman dengan perkalian yang lain? Caranya sama saja, tempelkan kedua jari yang mewakili angka-angka yang hendak dikalikan. Misalnya 6×7 (lihat gambar)


Memang perkalian menggunakan jari-jari tangan sangat terbatas, yang hanya bisa digunakan untuk perkalian dari angka 6 sampai dengan 9 saja. Tapi setidaknya itu cukup membantu (menurut saya). Atau mungkin ada yang tahu cara lain yang lebih kompleks dan mudah? Silakan di share :)

Semoga bermanfaat

Tips: Mengusir Nyamuk

Nyamuk, siapa yang tidak kenal dan kesal sama makhluk satu ini. Akibat dari gigitannya mulai dari yang paling ringan yaitu rasa gatal sampai akibat paling parah yaitu kematian akibat malaria ataupun demam berdarah. Belum lagi suara kepakan sayapnya yang “ngiiinnnnggg”, sangat mengganggu dan seolah-olah mengejek.

Apalagi nyamuk-nyamuk sekarang tergolong nekat dan bandel. Ruangan berpendingin AC pun tidak mampu menahan laju mereka. Bahkan obat anti nyamuk pun sudah tidak mempan. Entah mereka itu sebenarnya apakah sudah melengkapi diri dengan jaket dn masker?

Lebih menyebalkan lagi, jika menggunakan obat nyamuk bakar, bukan mereka yang kabur tetapi justru kitanya yang sesak nadas. Terlebih bagi yang alergi obat nyamuk bakar seperti saya. Saya sendiri tidak tahan dengan asapnya. Mata saya langsung gatal dan berair :(

Nah … Ternyata ada cara yang lebih jitu dan akrab dengan alam. Apa itu?
Sebenarnya di setiap rumah, pasti ada musuh abadi mereka yaitu cicak. Tapi masalahnya adalah kita tidak bisa pelihara cicak, dan butuh berapa ekor cicak untuk mengamankan rumah kita dari serangan nyamuk? Dan sejauh ini, saya sih belum pernah tahu ada penangkaran cicak :D

Nah … Kita manfaatkan musuh alami nyamuk lainnya, yaitu bunga lavenda. Kalau yang satu ini bisa dibeli dan bisa dikembangbiakkan. Masalah lainnya adalah terkadang terkendala dengan luas ruangan. Dan kalaupun dipaksakan, pastilah mengurangi keindahan ruangan.

Alternatif lain adalah dengan memanfaatkan daun pandan. Karena nyamuk tidak suka dengan bau wangi-wangian, aroma khas pandan yang wangi juga menjadi salah satu yang dibenci oleh nyamuk. Caranya pun sederhana, cincang beberapa helai daun pandan dan tempatkan di sudut- sudut ruangan. Dicincang disini dimaksudkan supaya aroma daun pandan bisa lebih tercium. Dan wangi daun pandan pun bisa tahan lama, jadi tidak perlu mengganti setiap hari (bisa 2 hari sekali).

Nah kalau tidak ada daun pandan, sementara cara-cara yang lain juga tidak mempan gimana? Wah …. Kalau itu sih masalah nasib :)

Atau mungkin bisa juga dicoba dengan memasang papan pengumuman bertuliskan “nyamuk dilarang masuk” :D

Selamat mencoba