Kau Cantik Hari Ini

Maaf kalau judulnya saya menjiplak judul lagunya Lobow, bukan karena lain sebab melainkan memang judul itu mewakili pendapat saya tentang seseorang. Terima kasih atas pinjaman judulnya ya, Lobow 🙂

Ya … Hari ini dia cantik sekali. Entah itu hanya perasaan emosional sesaat atau memang begitu adanya. Atau mungkin juga karena beberapa abad terakhir ini (lebay ga sih? :p) saya sudah tidak lagi memperhatikan dirinya?

Selama ini kesadaran saya seperti tertutup sebuah ketidak sukaan yang sangat akut. Dan rasa tidak suka itulah yang terkadang menutup sebagian besar pintu logika saya. Pun rasa simpati dan empati menghilang dengan sukses. Saya tidak mau bercerita dengan gamblang disini alasan kenapa saya tidak suka. Biarlah saya, dia dan Tuhan saja yang tahu. Yang bisa saya beritahukan disini adalah, obyek dari coretan saya kali ini adalah orang yang sama dengan yang saya maksud di coretan saya sebelumnya, “Benci itu Menyiksa”.

Mungkin ketidaksukaan saya sekarang ini adalah refleksi lain dari perasaan benci. Benci sama sikapnya, benci sama alur berfikir dan logikanya.

Dan rasa tidak suka, tidak peduli dan masa bodoh itu masih berlangsung sampai sekarang. Tetapi, kenapa tiba-tiba malam ini saya mengagumi penampilannya? Kenapa malam ini saya memperhatikannya? Kenapa malam ini tiba-tiba alam bawah sadar saya bermain-main di area yang sebenarnya terlarang?

Ah entahlah, saya terlalu capek mencari-cari alasan kenapa alam bawah sadar saya tiba-tiba merasakan perbedaan itu.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published.