Tips Membersihkan Noda Membandel Pada Keramik dan Porselen

Noda pada Keramik
Untuk menghilangkan noda pada keramik seperti lantai, kamar mandi dan kloset bukan hal yang mudah, bisa bikin kita kerepotan. Malah mungkin bisa bikin encok kita kambuh lagi,…(wah bisa berabe neh..). Apalagi jika noda tersebut adalah noda membandel yang sulit dihilangkan, seperti percikan semen yang telah mengering, lumut, kerak, noda kusam dan lain-lain.

Cara non alami seperti produk2 pembersih pabrikan, memang terkadang bisa membersihkan, namun selain harga yang tidak bersahabat, zat aktifnya bisa berefek negatif, antara lain bersifat Korosif, melukai kulit tubuh, dan gas yang dikeluarkan bisa berbahaya bagi pernafasan.

1. Cuka
Tips alami, aman dan pasti murah meriah untuk merontokkan noda bandel pada lapisan keramik adalah dengan bumbu dapur yaitu Cuka. Sifat Cuka yang asam dapat mengubah zat-zat tertentu sehingga dapat merontokkan noda membandel pada lapisan keramik dengan sangat efektif.

Langkah-langkahnya  adalah:

  • Lantai Keramik
    Tuangkan cuka secukupnya pada bagian lantai yang terdapat noda dan diamkan selama 5 menit, kemudian gosok dengan lap pel hingga bersih.
  • Kloset
    Masukkan kedalam botol spray campuran cuka dan air, lalu semprotkan merata ke seluruh permukaan kloset, diamkan beberapa saat, kemudian lap dengan kain lembut atau spons. Sebagai penghilang bakteri, gunakan cairan anti bakteri atau larutan pemutih dan air dan siram hingga bersih.
  • Showerhead
    Masukkan campuran cuka dan air kedalam kantong plastik, kemudian masukkan kepala shower dan ikat dengan karet sehingga kepala shower terendam dan biarkan selama kurang lebih satu jam. Lepaskan kantong dan biarkan air mengalir perlahan, langkah terakhir adalah lap dengan kain hingga bersih.
  • Bathtub
    Untuk perawatan, semprot dengan campuran air dan cuka. Sedangkan untuk noda membandel dan kusam, taburkan bubuk baking soda pada noda dan diamkan beberapa saat. Lalu campurkan cuka dan gosok dengan spons atau sikat lembut, terakhir bilas dengan air hingga bersih.

 
2. Belimbing Wuluh
Tips alami lain untuk membersihkan noda pada permukaan keramik adalah dengan belimbing wuluh. Zat asamnya yang sangat tinggi dapat merontokkan noda yang sangat membandel sekalipun.

Langkah-langkahnya adalah:
Kupas blimbing wuluh, gosokkan pada noda, lalu diamkan kurang lebih 10 menit. Gosok dengan kain lap atau sikat plastik hingga bersih. Untuk noda pada nat keramik, gosok dengan sikat gigi, jika perlu tambahkan sabun pembersih pada sikat. Setiap 2 blimbing wuluh mampu membersihkan keramik ukuran 20 cm x 20 cm.

Noda pada Perabot Porselen
Untuk membersihkan noda kusam pada perabot yang sangat bandel, seperti: mug, cangkir, gelas, piring, meja dapur dan lain-lain, sebelum dicuci seperti biasa, semprotkan cuka terlebih dahulu pada noda dan biarkan beberapa saat, kemudian gosok dengan busa pembersih dan bilas hingga bersih.

Untuk membersihkan dengan blimbing wuluh, gosok noda pada permukaan perabot, diamkan beberapa saat lalu bilas dengan air sampai bersih.

 

Sumber : alizainsyahab.blogspot.com

Bedah Rumah

Beberapa hari yang lalu, di sebuah warung kopi tempat dimana saya bersosialisasi dengan lingkungan, seperti biasa terjadi obrolan ringan ngalor ngidul dengan bermacam topik.

Malam itu, di sebuah stasiun televisi disiarkan acara “Bedah Rumah”. Mungkin sudah pada pernah nonton kan?

Seorang penikmat kopi tiba2 nyeletuk, “Ah, itu mah gak sebagus yang di TV. Tetangga saya rumahnya pernah di bedah juga. Dindingnya dari GRC, nge-catnya tidak rata”, dan beragam kalimat lain ini itu … Ini itu, yang intinya di mata dia (mungkin) tidak ada yang sempurna.

Awalnya saya hanya terdiam dan mendengarkan segala ocehannya. Tapi pada suatu titik saya sudah tidak tahan lagi, karena begitu banyaknya komentar dia tentang acara itu dan tak satupun yang bermuatan positif.

Sontak saya pun berkomentar.

“Ya tapi tetap aja rumahnya jauh lebih bagus dan lebih layak huni dari rumah sebelumnya toh?

Dari yang dinding awalnya hanya berupa anyaman bambu, lantai dari tanah, tempat tidur tanpa kasur, gak ada TV, gak ada plafon, setelah di bedah … Banyak perbedaan yang muncul.

Dan pastinya, yang ketiban rejeki bedah rumah pastilah sangat terbantu. Karena untuk renovasi rumah yang katanya cuman begitu, diperlukan biaya yang gak murah. Apalagi yang tingkat ekonominya sangat rendah, jangankan benerin rumah, beli kasur aja kadang tidak mampu.

Dan namanya juga acara TV, yang pastinya memikirkan profit juga. Jadi gak mungkinlah, mereka bedah rumah dengan bata merah atau batako. Pasti memakan waktu yang lama untuk itu, dan pastinya akan jadi beban produksi.

Dan apapun itu, saya tetap salut dengan yang punya acara ini. Terlepas dari mereka juga mencari keuntungan, tapi setidaknya ada pihak lain yang terbantu.

Daripada kita? Yang cuman ngomong doang. Emang dengan cuman begini, kita bisa bantu orang gitu?”

Saya hisap rokok putih ditangan dengan sesekali menyeruput kopi hitam di cangkir yang masih setengah.

Beliau yang awalnya nyerocos mulu, pun akhirnya terdiam sambil matanya menatap tajam ke layar TV.

Entah apa yang dipikirkannya, atau mungkin dia tersinggung dengan komentar saya … Ahhhh masa bodoh lah.

Karena menurut saya, jika bisa berbuat sesuatu buat orang lain maka lakukan saja … Tapi jika tidak, mendingan diam.

*sighhh ….

Warna Cat pada Rumah adalah Fungsi, Ekspresi dan Estetika

Pada awalnya cat tembok rumah saya berwarna krem dengan pintu dan jendela berwarna coklat. Dengan luas bangunan yang hanya sekitar 55 meter persegi, kombinasi warna seperti itu membuat rumah saya yang imut semakin terlihat sempit.

Ini harus dirubah!

Warna favorit saya adalah merah. Bagi saya “Red is Beautiful”. Tapi kan nggak mungkin mengecat tembok rumah atau pintu saya dengan warna merah?

Pilihanpun dijatuhkan pada warna putih sebagai warna dominan. Untuk cat tembok, saya memilih snow white, sementara untuk kusen, daun pintu dan jendela, saya pilih cat white doff. Sebagai informasi tambahan saja, warna putih pada cat itu tersedia dalam banyak pilihan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa hampir 90% bagian rumah saya itu berwarna putih.

Alasan saya memilih warna putih adalah ketika saya teringat pada pelajaran waktu SD, bahwa warna putih itu bersifat memantulkan cahaya.

Dan ketika warna putih tersebut diimplementasikan ke dalam sebuah ruangan, apalagi yang sempit, cahaya akan dipantulkan secara sempurna ke segala sisi sehingga ruangan akan tampak lebih luas dibandingkan jika menggunakan warna lain yang lebih gelap. Karena warna yang lebih gelap itu bersifat menyerap cahaya.

Lalu dimana warna merahnya?
Untuk mengakomodir keinginan saya pribadi, “terpaksa” harus ada “pengorbanan”. Perombakan pun terjadi di ruang tamu dan dapur.

Ruang tamu yang semula biasa-biasa saja seperti pada umumnya, saya rubah sedikit dengan menambahkan 5 pilar sebagai ornamen atau hiasan. Pilar inilah yang kemudian saya jadikan sebagai ajang untuk mengekspresikan kecintaan saya pada warna merah.

Untuk mengimbangi pilar tersebut, perubahan pun dilakukan terhadap plafon di ruang tamu. Plafon bertingkat saya pilih sebagai pengimbang sekaligus untuk menyembunyikan lampu-lampu yang ada sehingga ruangan tetap terang namun tidak silau.

Warna merah berikutnya terletak pada dinding dapur, namun hanya pada salah satu sisinya saja. Sebagai tambahan, untuk mendapatkan warna merah yang cerah, diperlukan cat dengan kategori cat khusus (banyak tersedia di toko bangunan).

Nah … sekarang ruangan di dalam rumah saya terlihat lebih luas dibanding sebelumnya sewaktu masih di donimasi warna krem dan coklat. Tidak percaya? Silakan bereksperimen sendiri dengan bermain warna :)

***

Intermezzo:
Ada cara lain untuk membuat ruangan tampak lebih luas daripada ukuran sebenarnya, yaitu dengan memasang cermin di setiap sisi tembok. Itu pula yang jamak dilakukan di beberapa rumah makan Padang. Tapi kan rumah saya bukan warung nasi Padang? :D

***

Selain itu, perabotan/furniture pun saya memilih yang bergaya minimalis dan compact. Ini saya lakukan supaya masih ada space atau ruang kosong yang cukup untuk beraktifitas. Biasanya orang suka lupa, mentang-mentang suka pada suatu perabotan dan punya duit, perabotan yang segede gaban pun tetap dibeli.

Nah … Kesimpulannya adalah, cermatlah dalam menghias rumah Anda, khususnya yang mempunyai masalah yang sama dengan saya yaitu keterbatasan luas lahan dan ruangan. Pemilihan serta penempatan perabotan dan warna cat tembok jadi kunci utama.

Kesukaan kita terhadap sesuatu, tidak harus selalu diimplementasikan secara membabi buta. Seperti saya misalnya yang suka warna merah, apakah saya harus mengecat rumah saya dengan dominan warna merah? Tidak mungkinlah itu. Bagaimana pula jika saya suka warna hitam?

Warna kesukaan bisa diimplementasikan pada bagian-bagian tertentu tanpa harus merusak estetika dan fungsi dari setiap ruangan didalam dan diluar rumah.

Semoga bermanfaat :)