Hak dan Kewajiban DPR

Baru kemarin, anggota DPR periode 2014-2019 secara resmi dilantik. Tapi ternyata beberapa bahkan tidak mengetahui apa hak-hak mereka sebagai anggota dewan yang katanya terhormat.

Seperti cuplikan liputan MetroTV di http://youtu.be/0eUeL3n7fDs

Harusnya kan mereka tahu betul hak dan kewajibannya. Logika sederhana, ketika di tanya hak-haknya saja tidak bisa menjawab … lantas, bagaimana ketika ditanya kewajibannya???

Padahal di website DPR RI tercantum jelas tentang hak dan kewajiban tersebut, seperti yang dikutip langsung dari http://www.dpr.go.id/id/tentang-dpr/hak-dan-kewajiban

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, DPR mempunyai hak sebagai berikut:

  • Interpelasi
  • Angket
  • Menyatakan Pendapat

 

Hak-hak anggota DPR RI adalah sebagai berikut:

  • Mengajukan rancangan undang-undang
  • Mengajukan pertanyaan
  • Menyampaikan usul dan pendapat
  • Memilih dan dipilih
  • Membela diri
  • Imunitas
  • Protokoler
  • Keuangan dan administratif

 

Kewajiban-kewajiban anggota DPR RI adalah sebagai berikut:

  • Mengamalkan Pancasila
  • Melaksanakan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan mentaati segala peraturan perundang-undangan
  • Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah
  • Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia
  • Memperhatikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat
  • Menyerap,menghimpun,menampung,dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat
  • Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi,kelompok dan golongan
  • Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada pemilih dan daerah pemilihannya
  • Mentaati kode etik dan Peraturan Tata tertib DPR
  • Menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga yang terkait

Untuk penjelasan mengenai Tata cara Penyampaian Hak DPR dapat dilihat dalam Tata Tertib DPR RI Bab IX dan Hak Anggota DPR dapat dilihat dalam Tata tertib DPR RI Bab X

 

**** duh

Yang penting Nyaleg!!!

pemilu 2014

Menjelang Pemilu, setiap partai berlomba-lomba mendapatkan suara banyak untuk mendapatkan jatah kursi dewan yang terhormat. Salah satunya adalah dengan menempatkan sosok-sosok terkenal dari kalangan artis untuk mendulang suara masa. Tidak peduli orang tersebut mempunyai kapabilitas, kemampuan dan integritas atau tidak, selama dikenal banyak orang maka majulah dia jadi caleg. Yang penting NYALEG !!!

Padahal terkenalnya seseorang itu kan bisa disebabkan banyak hal. Ada yang karena hal positif dan banyak juga yang negatif. Jadi predikat “orang terkenal” sepertinya sangat jauh dari kata layak untuk maju menjadi calon anggota legislatif yang notabene nantinya akan mengemban jabatan prestisius sebagai WAKIL RAKYAT.

Jika sebuah partai mengusung seseorang menjadi CALEG atau bahkan menjadi CAPRES hanya karena alasan dikenal masyarakat luas tanpa melihat lebih jauh lagi ke belakang (prestasi, kemampuan, pendidikan, pengalaman, integritas, kepribadian dll), sudah keliatan jelas (menurut saya pribadi) bahwa partai tersebut hanya mengejar KEKUASAAN.

Padahal, saat ini … Indonesia sangat memerlukan para pemimpin yang berkuasa, bukan penguasa yang memimpin. Dan pemimpin yang berkuasa, tentunya diharapkan berasal dari orang-orang yang memang layak untuk menjadi pemimpin. Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa caleg sudah sangat kelihatan ketidak mampuannya. Bahkan dari beberapa talkshow di televisi, beberapa caleg menjawab pertanyaan dari host-nya dengan sangat “berantakan” dan terksesan tidak memahami betul apa sebenarnya tujuan mereka maju untuk bertarung di pemilihan legislatif. Tentunya, bukan orang-orang seperti itu yang kita harapkan!

Memang sah-sah saja partai politik melakukan strategi seperti itu untuk menarik massa, tidak ada masalah. Justru para pemilihlah yang dituntut untuk memilih dengan cerdas siapa yang akan jadi wakilnya kelak. Karena salah memilih, berarti 5 tahun ke depan nasib rakyat pula yang dipertaruhkan.

Indonesia … mari bertindak cerdas dan cermat dalam menentukan pilihan di Pemilu 2014 nanti! Ayo Indonesia, saatnya kita menjadi bangsa yang cerdas!!!!

Terampasnya Hak Pejalan Kaki di Ibukota

Jakarta oh Jakarta … kota yang penuh raga. Sosial, ekononomi, budaya, kemacetan, banjir, panas dan segala macam hal tumplek blek di kota metropolitan ini. Belum lagi ego dari masyarakat yang bisa dibilang “sak karepe dhewe & saling serobot”.

Di Jakarta ini, banyak sekali trotoar yang beralih fungsi. Yang seharusnya untuk pejalan kaki, menjadi tempat jualan dan bahkan parkiran. Hak pejalan kaki sudah diserobot dan dirampas. Beralihnya fungsi trotoar, selain melanggar peraturan dan ketentuan juga menyisakan satu ancaman. Ancaman terhadap keselamatan dari pejalan kaki. Ketika para pejalan kaki tidak mendapatkan jalur yang sebenarnya, mereka terpaksa harus turun ke badan jalan.

Disinilah ancaman keselamatan berawal. Manusia pejalan kaki harus berbagi tempat dengan kendaraan yang melintas. Ruang yang sempit menyebabkan peluang terjadinya benturan menjadi sangat besar. Dan ketika terjadi benturan, siapa korbannya? Tentunya adalah si pejalan kaki.

Kembalikan Hak Pejalan Kaki

Marilah kita semua melepaskan ego masing-masing, tetap berada pada tempat yang seharusnya, tidak saling serobot dan merampas hak-hak orang lain.