DPR Tempat Mengabdi, bukan Profesi

Sederet nama artis akhir-akhir ini kembali mencuat. Bukan di dunia hiburan, melainkan dunia politik sebagai bakal caleg. Beberapa Partai Politik mencoba memanfaatkan ketenaran (masa lalu) nama sang artis untuk mendulang suara di Pemilu 2014 nanti.

Itu sah-sah saja. Namanya juga demokrasi. Siapapun berhak untuk dipilih, berhak untuk memilih dan juga berhak untuk berpendapat. Tentu saja asal semua itu masih bisa dipertanggungjawabkan. Seperti coretan saya sekarang ini yang ingin sekedar ikut nimbrung menyampaikan pendapat.

Jika sang artis memang memiliki kompetensi di dunia politik, mempunyai wawasan yang luas tentang ketatanegaraan dan mampu untuk menjadi penyambung lidah rakyat … ya kenapa tidak? Selama mereka mampu untuk menjadi wakil rakyat untuk menyuarakan dan membela kepentingan rakyat, mari kita pilih dan dukung. Sesuai namanya, wakil rakyat ya harus bisa mewakili rakyatnya.

Celakanya adalah jika para artis itu hanya dijadikan sebagai “lumbung suara” untuk memenangkan pemilu hanya karena ke-artisan-nya tanpa mempertimbangkan hal-hal yang sangat fundamental. Ini negara, bukan panggung sandiwara ataupun episode sinetron yang kejar tayang.

Siapapun yang maju sebagai bakal caleg, sebaiknya memang benar-benar siap untuk menjadi calon legislatif. Karena DPR adalah tempat untuk mengabdi, bukan ajang untuk ganti profesi.