Ini cara mengobati varises dengan bawang putih!

Merdeka.comVarises adalah masalah yang umum kerap terjadi, baik pada wanita atau pun pria. Kondisi ini disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah.

Kurangnya aktivitas fisik, obesitas, gizi buruk, duduk atau berdiri terlalu lama, dan sering mengonsumsi makanan olahan menjadi beberapa penyebab dari varises. Varises biasanya terjadi di kaki dan berkaitan dengan peradangan kronis dan sirkulasi yang buruk.

Bawang putih adalah obat alami untuk varises. Bawang putih dapat memecah protein dalam tubuh dan mendistribusikannya secara merata. Berikut adalah cara membuat minyak bawang putih untuk mengobati varises, seperti dilansir livingtraditionally.com.

Bahan:

5 siung bawang putih (cincang halus)
3 buah jeruk nipis
2 sendok makan minyak zaitun

Cara membuat:

1. Taruh bawang puti dalam toples bersih. Tutup rapat, kemudian tambahkan perasan jeruk dan minyak zaitun
2. Diamkan selama 12 jam, sebelum Anda menggunakannya.
3. Kocok sebelum digunakan

Di malam hari, tuangkan beberapa tetes ramuan tersebut di tangan Anda, dan gosokkan pada area varises dengan gerakan melingkar. Bungkus kaki dengan perban atau handuk hangat, lalu bungkus lagi dengan kantong plastik. Ulangi setiap malam sampai varises hilang.

Tips Membersihkan Noda Membandel Pada Keramik dan Porselen

Noda pada Keramik
Untuk menghilangkan noda pada keramik seperti lantai, kamar mandi dan kloset bukan hal yang mudah, bisa bikin kita kerepotan. Malah mungkin bisa bikin encok kita kambuh lagi,…(wah bisa berabe neh..). Apalagi jika noda tersebut adalah noda membandel yang sulit dihilangkan, seperti percikan semen yang telah mengering, lumut, kerak, noda kusam dan lain-lain.

Cara non alami seperti produk2 pembersih pabrikan, memang terkadang bisa membersihkan, namun selain harga yang tidak bersahabat, zat aktifnya bisa berefek negatif, antara lain bersifat Korosif, melukai kulit tubuh, dan gas yang dikeluarkan bisa berbahaya bagi pernafasan.

1. Cuka
Tips alami, aman dan pasti murah meriah untuk merontokkan noda bandel pada lapisan keramik adalah dengan bumbu dapur yaitu Cuka. Sifat Cuka yang asam dapat mengubah zat-zat tertentu sehingga dapat merontokkan noda membandel pada lapisan keramik dengan sangat efektif.

Langkah-langkahnya  adalah:

  • Lantai Keramik
    Tuangkan cuka secukupnya pada bagian lantai yang terdapat noda dan diamkan selama 5 menit, kemudian gosok dengan lap pel hingga bersih.
  • Kloset
    Masukkan kedalam botol spray campuran cuka dan air, lalu semprotkan merata ke seluruh permukaan kloset, diamkan beberapa saat, kemudian lap dengan kain lembut atau spons. Sebagai penghilang bakteri, gunakan cairan anti bakteri atau larutan pemutih dan air dan siram hingga bersih.
  • Showerhead
    Masukkan campuran cuka dan air kedalam kantong plastik, kemudian masukkan kepala shower dan ikat dengan karet sehingga kepala shower terendam dan biarkan selama kurang lebih satu jam. Lepaskan kantong dan biarkan air mengalir perlahan, langkah terakhir adalah lap dengan kain hingga bersih.
  • Bathtub
    Untuk perawatan, semprot dengan campuran air dan cuka. Sedangkan untuk noda membandel dan kusam, taburkan bubuk baking soda pada noda dan diamkan beberapa saat. Lalu campurkan cuka dan gosok dengan spons atau sikat lembut, terakhir bilas dengan air hingga bersih.

 
2. Belimbing Wuluh
Tips alami lain untuk membersihkan noda pada permukaan keramik adalah dengan belimbing wuluh. Zat asamnya yang sangat tinggi dapat merontokkan noda yang sangat membandel sekalipun.

Langkah-langkahnya adalah:
Kupas blimbing wuluh, gosokkan pada noda, lalu diamkan kurang lebih 10 menit. Gosok dengan kain lap atau sikat plastik hingga bersih. Untuk noda pada nat keramik, gosok dengan sikat gigi, jika perlu tambahkan sabun pembersih pada sikat. Setiap 2 blimbing wuluh mampu membersihkan keramik ukuran 20 cm x 20 cm.

Noda pada Perabot Porselen
Untuk membersihkan noda kusam pada perabot yang sangat bandel, seperti: mug, cangkir, gelas, piring, meja dapur dan lain-lain, sebelum dicuci seperti biasa, semprotkan cuka terlebih dahulu pada noda dan biarkan beberapa saat, kemudian gosok dengan busa pembersih dan bilas hingga bersih.

Untuk membersihkan dengan blimbing wuluh, gosok noda pada permukaan perabot, diamkan beberapa saat lalu bilas dengan air sampai bersih.

 

Sumber : alizainsyahab.blogspot.com

Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik

1. PET atau PETE (Polyethylene Etilen Terephalate)

pete 1 Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik

Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, wadah makanan dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.

Bahan ini dapat dibuat lagi ke dalam bulu domba kutub, serat, karpet, dan lain-lain. Permintaan untuk jenis plastik ini di antara komunitas pendaur ulang plastik relatif banyak, tetapi saat ini tingkat daur ulang untuk bahan ini tetap rendah sebesar 20%.

Bahan PETE ini berbahaya bagi pekerja yang berhubungan dengan pengolahan maupun botol daur ulang botol PETE. Pembuatan PETE menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara. Seringnya menghirup senyawa ini bisa mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Bila melahirkan, anak kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

 

2. HDPE (High Density Polyethylene)

hdpe 2 Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik

Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan LEBIH TAHAN LAMA TERHADAP SUHU TINGGI. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Jenis ini juga dapat digunakan kembali ke untuk bahan lantai ubin, drainase, botol HDPE baru, pipa, dan lain-lain.

 

3. PVC (Polyvinyl Chloride)

v 3 Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik

Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi BERBAHAYA UNTUK GINJAL, hati dan berat badan. Bahan ini mengandung klorin dan akan mengeluarkan racun jika dibakar. PVC TIDAK BOLEH DIGUNAKAN dalam menyiapkan makanan atau kemasan makanan. Bahan ini juga dapat diolah kembali menjadi mudflaps, panel, tikar, dan lain-lain.

PVC mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) yang berbahaya bagi tubuh, biasanya bahan ini bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini. DEHA ini bisa lumer pada suhu -15°C.

 

4. LDPE (Low Density Polyethylene)

LDPE 4 Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik

LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, botol-botol yang lembek, pakaian, mebel, dll. Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, Fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini. LDPE, dapat didaur ulang dengan banyak cara.

 

5. PP (polypropylene)

pp 5 Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik

Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. PP dapat diolah kembali menjadi garpu, sapu, nampan, dan lain-lain.

 

6. PS (Polystyrene)

ps 6 Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik

Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Bahan ini harus dihindari, karena selain BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN OTAK, MENGGANGGU HORMON ESTROGEN pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

Mengandung benzene, suatu zat penyebab kanker dan tidak boleh dibakar. Bahan ini diolah kembali menjadi isolasi, kemasan, pabrik tempat tidur, dan lain-lain.

 

7. OTHER (Polycarbonate)

other 7 Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik

Bahan untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
1. SAN,styrene acrylonitrile.
2. ABS,acrylonitrile butadiene styrene.
3. PC,polycarbonate.
4. Nylon.

Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.

SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.

PC atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. PC Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman

Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

Tidak semua plastik nomor 7 adalah polikarbonat, bahkan segelintir berbahan nabati. Palikarbonat masih menjadi perdebatan dalam beberapa tahun terakhir, karena ditemukan pada saat mencuci BPA (bisphenol A), menjadi bahan hormon pengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin.

Simbol plastik daur ulang pada dasarnya dirancang untuk membantu staf di pusat daur ulang, agar dapat memisahkan bahan untuk diproses dengan baik. Pengetahuan dasar lambang ini juga dapat membantu kita dalam memastikan apakah barang plastik di rumah aman untuk kita dan anak-anak kita.

Hati-hatilah dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6 dan 7 (PC), sebab seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai saja. Cukup aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5 dan 7 (SAN atau ABS).

 

sumber: http://www.tomohon.info/news/healthy/arti-simbol-kode-segitiga-pada-kemasan-plastik/