Air Dari Tandon Gagal Mengalir

air-pdam-mampet

Kejadian ini terjadi 3 hari yang lalu, dimana tiba-tiba tidak setetes air pun keluar dari kran. Padahal beberapa detik sebelumnya lancar jaya. Cek ke semua kran yang ada, dan hasilnya sama. Tidak ada air sama sekali! Errgghhhh …. kesel dan bingung, karena kejadiannya mendadak daaaaannnnnnnn waktu menunjukkan sekitar pukul 2 dini hari :(

Akhirnya, dengan terpaksa saya naik ke menara air/tandon untuk ngecek. Dan betul dugaan saya, ternyata air dalam tandon habis. Water level meter (radar) saya sepertinya gagal bekerja sehingga tidak mengaktifkan jet pump. Malam itu juga saya bongkar radarnya dan ternyata ada karat yang menyebabkan dia gagal bekerja. Setelah karat di semprot dengan cairan pembersih karat …. radar berfungsi normal. Pompa bekerja lagi dan mengisi tandon dengan air. Yessss!!!!!

Kembali turun dan berniat cuci tangan. Whattttttt ?????? Air tetap tidak mengalir, yang ada hanya suara angin yang keluar dari ujung kran. Suara anginnya seperti (maaf) suara kentut … pret pret pret. Waduh, PR belum selesai rupanya. Saluran air saya masuk angin!!!!!

Semua kran di dalam rumah sudah dibuka dan pompa dorong diaktifkan, tapi tidak ada tanda-tanda air keluar. Hmmmm …. lelah!

Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya saya teringat bahwa ada satu kran yang belum terbuka. Kran paling ujung yang ada di car port! Bereskah? Belum juga rupanya, padahal semua kran sudah dibuka. Weladalaaaahh. Terdiam lagi …

Akhirnya ketemua ide (jujur, saya nggak tahu ini pakai rumus fisika yang mana … cuman tiba-tiba terlintas di pikiran saja), hanya ada 2 kran yang saya buka dan selebihnya ditutup. Yaitu 1 kran yang paling dekat dengan tandon dan 1 kran paling ujung yang ada di carport. Daaaaannn ….. jreng jreng, air mulai mengalir meskipun kecil. Tapi yang pasti ini menuju ke arah yang sudah benar. Untuk mempercepat proses pengeluaran angin, saya pun mengaktifkan pompa dorong. Dan bret bret bret bret … suara angin keluar dari ujung kran. Akhirnya, aliran air kembali normal!!!!

Demikian kisah malam saya yang cukup menyedihkan, semoga bermanfaat :)

Meningkatkan Tekanan Air pada Shower

Untuk memenuhi dan memudahkan konsumsi air sehari-hari, biasanya kita membangun tower air dengan ketinggian tertentu dan memanfaatkan gaya gravitasi bumi untuk mengalirkan air ke titik-titik distribusi/kran.

Dengan kondisi seperti itu, tekanan air cukup untuk keperluan cuci piring, baju atau mengisi bak air. Tapi bagaimana jika mandi dengan menggunakan shower? Tentu saja tekanan airnya kurang memuaskan.

Untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa menggunakan pompa tambahan berupa pompa booster atau pompa air sumur dangkal. Perbedaannya adalah, pompa booster hanya berfungsi u/ menambah tekanan air dan tidak bisa digunakan untuk menghisap air dari tanah. Sementara pompa sumur dangkal, bisa digunakan untuk keperluan keduanya. Selain itu, otomatis yang terletak pada pompa air sumur dangkal berupa pressure switch sementara pada pompa booster otomatisnya menggunakan sejenis bola magnet. Dari sisi harga dan konsumsi listrik, perbedaannya hanya sedikit.





***
Dalam kasus ini, saya menggunakan pompa air sumur dangkal untuk memenuhi kebutuhan akan tekanan air pada shower. Pertimbangan menggunakan pompa sumur air dangkal semata-mata karena hanya ingin memanfaatkan pompa air yang kebetulan tidak terpakai di rumah. Itu saja :)

Dan dalam pemasangan sumber listriknya, saya memanfaatkan saklar lampu kamar mandi untuk memutus dan menyambungkan aliran listrik. Hal ini dilakukan karena pressure switch yang terdapat pada pompa air sumur dangkal bekerja berdasarkan tekanan. Jika tekanan berkurang, maka otomatis pompa akan bekerja. Perlu diingat bahwa meskipun semua kran sudah ditutup, tidak menutup kemungkinan bahwa tekanan pada pipa air akan berkurang. Hal ini bisa saja disebabkan karena pemasangan kran dan atau penyambungan pipa yang tidak sempurna. Bedanya dengan pompa booster, otomatisnya hanya bekerja jika ada aliran air.

Nah, dengan memanfaatkan saklar lampu kamar mandi tersebut maka aliran listrik ke pompa tambahan hanya terjadi jika kita sedang menggunakannya. Tapi jangan lupa, Anda masih tetap harus mengatur kepekaan dari pressure switch sehingga pompa akan mati jika kran air ditutup.

Skema pemasangan pompa air tambahan/pompa booster:

Cara pengaturan pressure switch pun relatif gampang:

  1. Nyalakan lampu kamar mandi, sehingga ada aliran listrik ke pompa tambahan.
  2. Buka kran shower
  3. Atur kepekaan dari pressure switch menggunakan obeng. Putar bautnya kekiri/kekanan
  4. Tutup kran air
  5. Ulangi langkah diatas jika kerja pressure swith masih belum sesuai/sinkron dengan kran shower

Setelah selesai, cobalah untuk mandi dengan shower. Dan rasakan sensasinya dengan tekanan air sesuai yang diharapkan :)

Lalu apakah tekanan air di kran yang lain akan berkurang jika pompa tambahan tidak bekerja? Pastinya tekanan air akan berkurang, tetapi jangan kuatir karena pengurangannya tidak terlalu signifikan dan hampir tidak terasa. Sehingga Anda masih bisa menggunakan kran air yang lain, misalnya di tempat cuci piring, taman, dan lain-lain dengan sama nyamannya seperti pada saat sebelum diberi pompa tambahan.

Selamat mencoba :)