Warna Cat pada Rumah adalah Fungsi, Ekspresi dan Estetika

Pada awalnya cat tembok rumah saya berwarna krem dengan pintu dan jendela berwarna coklat. Dengan luas bangunan yang hanya sekitar 55 meter persegi, kombinasi warna seperti itu membuat rumah saya yang imut semakin terlihat sempit.

Ini harus dirubah!

Warna favorit saya adalah merah. Bagi saya “Red is Beautiful”. Tapi kan nggak mungkin mengecat tembok rumah atau pintu saya dengan warna merah?

Pilihanpun dijatuhkan pada warna putih sebagai warna dominan. Untuk cat tembok, saya memilih snow white, sementara untuk kusen, daun pintu dan jendela, saya pilih cat white doff. Sebagai informasi tambahan saja, warna putih pada cat itu tersedia dalam banyak pilihan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa hampir 90% bagian rumah saya itu berwarna putih.

Alasan saya memilih warna putih adalah ketika saya teringat pada pelajaran waktu SD, bahwa warna putih itu bersifat memantulkan cahaya.

Dan ketika warna putih tersebut diimplementasikan ke dalam sebuah ruangan, apalagi yang sempit, cahaya akan dipantulkan secara sempurna ke segala sisi sehingga ruangan akan tampak lebih luas dibandingkan jika menggunakan warna lain yang lebih gelap. Karena warna yang lebih gelap itu bersifat menyerap cahaya.

Lalu dimana warna merahnya?
Untuk mengakomodir keinginan saya pribadi, “terpaksa” harus ada “pengorbanan”. Perombakan pun terjadi di ruang tamu dan dapur.

Ruang tamu yang semula biasa-biasa saja seperti pada umumnya, saya rubah sedikit dengan menambahkan 5 pilar sebagai ornamen atau hiasan. Pilar inilah yang kemudian saya jadikan sebagai ajang untuk mengekspresikan kecintaan saya pada warna merah.

Untuk mengimbangi pilar tersebut, perubahan pun dilakukan terhadap plafon di ruang tamu. Plafon bertingkat saya pilih sebagai pengimbang sekaligus untuk menyembunyikan lampu-lampu yang ada sehingga ruangan tetap terang namun tidak silau.

Warna merah berikutnya terletak pada dinding dapur, namun hanya pada salah satu sisinya saja. Sebagai tambahan, untuk mendapatkan warna merah yang cerah, diperlukan cat dengan kategori cat khusus (banyak tersedia di toko bangunan).

Nah … sekarang ruangan di dalam rumah saya terlihat lebih luas dibanding sebelumnya sewaktu masih di donimasi warna krem dan coklat. Tidak percaya? Silakan bereksperimen sendiri dengan bermain warna :)

***

Intermezzo:
Ada cara lain untuk membuat ruangan tampak lebih luas daripada ukuran sebenarnya, yaitu dengan memasang cermin di setiap sisi tembok. Itu pula yang jamak dilakukan di beberapa rumah makan Padang. Tapi kan rumah saya bukan warung nasi Padang? :D

***

Selain itu, perabotan/furniture pun saya memilih yang bergaya minimalis dan compact. Ini saya lakukan supaya masih ada space atau ruang kosong yang cukup untuk beraktifitas. Biasanya orang suka lupa, mentang-mentang suka pada suatu perabotan dan punya duit, perabotan yang segede gaban pun tetap dibeli.

Nah … Kesimpulannya adalah, cermatlah dalam menghias rumah Anda, khususnya yang mempunyai masalah yang sama dengan saya yaitu keterbatasan luas lahan dan ruangan. Pemilihan serta penempatan perabotan dan warna cat tembok jadi kunci utama.

Kesukaan kita terhadap sesuatu, tidak harus selalu diimplementasikan secara membabi buta. Seperti saya misalnya yang suka warna merah, apakah saya harus mengecat rumah saya dengan dominan warna merah? Tidak mungkinlah itu. Bagaimana pula jika saya suka warna hitam?

Warna kesukaan bisa diimplementasikan pada bagian-bagian tertentu tanpa harus merusak estetika dan fungsi dari setiap ruangan didalam dan diluar rumah.

Semoga bermanfaat :)

Noda Membandel pada Porselin

Noda atau kerak yang menempel dengan bandelnya pada porselin, tentu menjengkelkan. Karena selain mengurangi keindahan, tentunya juga menampilkan kesan bahwa si empunya rumah itu masuk dalam kategori jorok.

Itu pula yang saya alami dengan wastafel dan closet duduk di kamar mandi saya. Beragam cairan pembersih sudah dicoba, dari yang harga murah sampai cukup mahal, tapi tetap saja noda atau kerak itu menempel dengan angkuhnya.

S**lan!!! *tertipu iklan mode ON :( *

Kemudian ide coba-coba muncul ketika saya melihat asisten saya dirumah sedang membersihkan teralis besi yang sedikit berkarat dengan kertas gosok sebelum di cat ulang. Hmmmmm …. *ting ting …. Bola lampu muncul di samping kepala :p

“Karat aja bisa hilang dengan kertas gosok, apalagi cuman noda di porselin”, pikir saya waktu itu.

Aksi pun dimulai!!!

  1. Ambil kertas gosok paling halus (kalau tidak salah nomor 1000)
  2. Basahi permukaan porselin dengan air
  3. Basahi kertas gosok dengan air
  4. Gosok pelan-pelan pada permukaan porselin yang bernoda/berkerak
  5. Bilas dengan air bersih
  6. Ulangi lagi jika noda/kerak masih terlihat

Setelah beberapa kali gosok, noda/kerak pun hilang dan porselin kembali kinclong. Yiipppiiieeeeeeee

Nah … buat kalian yang mempunyai masalah yang sama dengan saya, silakan dicoba tips rumahan diatas. Tidak perlu keluar uang banyak, tapi hasilnya sangat memuaskan.

Cuman ingat, pada saat menggosok porselin, lakukan dengan santai dan tanpa tekanan. Karena kalau tidak, justru akan membuat porselin tergores.

Selamat mencoba …