Thank You, Garuda Indonesia

Selasa, 23 Agustus 2011, saya harus terbang ke Semarang dalam rangka tugas. Di tiket saya tertulis jam penerbangan adalah pukul 12.30 siang. Jam 10 pagi saya sudah meninggalkan rumah untuk menuju ke Soekarno-Hatta Airport di Cengkareng. Jadi ada spare waktu sekitar 2 jam untuk check in. Waktu yang sangat cukup, karena biasanya waktu tempuh dari rumah saya ke bandara hanya sekitar 60 sampai 70 menit.

Tapi hari itu keadaan sangat jauh berbeda dari biasanya. 1,5 jam sudah waktu tempuh, tetapi saya baru sampai Kuningan. Waduh …. Macetnya gak ketulungan. Tidak ada kecelakaan atau kejadian janggal apapun selain jumlah kendaraan yang memenuhi ruas jalan tol maupun arteri. Hmmm …

Selepas exit toll semanggi, arus lalu lintas di jalan toll sudah mulai lancar. Tapi jam ditangan saya menunjukkan waktu 11.45. Watawwwww …. Can I make it in less than 30 minutes?

Jam 12.05, menjelang exit toll bandara, kembali saya dihadapkan dengan kemacetan yang luar biasa. Kali ini karena ada kecelakaan cukup parah. Sudahlah … Pasrah :(

12.25, Setiba di terminal 2F Bandara Soetta, saya langsung lari menuju check in counter.
“Wah pak, sudah closed. Sudah boarding”, kata si mbak cantik petugas disana.
“Semprul. Tiket melayang niy, mana musim mudik. Masih adakah seat kosong untuk flight berikutnya”, kata saya dalam hati.

Pasrah!!!!

“Pak, lapor ke kasir saja”, kata si mbak tadi seraya menuliskan 12.26 di tiket saya.
“Ooo OK. Terima kasih”, jawab saya tanpa tahu maksudnya

Sesampai di kasir, saya sodorkan tiket itu dan menyampaikan bahwa saya ketinggalan pesawat. Lagi-lagi yang membantu saya adalah seorang petugas kasir perempuan yang cantik dan ramah. Saya lupa namanya :)

Sebentar kemudian si mbak itu menyampaikan bahwa saya digeser ke penerbangan 2 jam berikutnya tetapi harus membayar biaya re-booking sebesar Rp 100.000

Okeh! No problem, yang penting saya berangkat hari itu juga.

Well … It’s an excellent service. Nggak pakai bertele-tele, nggak pakai di ping-pong apalagi terkesan masa bodoh. Padahal kalau mereka menghindar pun saya juga tidak tahu, karena seumur-umur baru sekali ini saya mengalami ketinggalan pesawat. Terlepas dari alasan karena kemacetan yang luar biasa, itu adalah bukan kesalahan pihak Garuda.

Makin jatuh cintalah saya sama maskapai penerbangan satu ini.

Terima kasih Garuda Indonesia … Makin sukses!!!!