Tim Indonesia Juara Umum Lomba Matematika di India


TEMPO.COJakarta – Perjuangan pelajar Indonesia mengikuti lomba matematika di India membuahkan hasil. Tim Indonesia meraih juara umum kompetisi Wizards At Mathematics International Competition (Wizmic) 2014 di Lucknow, India, yang berlangsung pada 18-21 Oktober 2014.

Para siswa dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang mewakili Indonesia meraih delapan medali emas, lima perak, dan tiga perunggu untuk kategori perorangan. “Hasil ini sangat membanggakan karena jauh lebih baik dari yang diraih di Wizmic 2011, yakni dua medali emas, lima perak, dan sembilan perunggu,” kata Presiden Direktur KPM Ridwan Hasan Saputra melalui surat elektronik dari India. (Baca: Mutu Pendidikan Indonesia Terendah di Dunia)

Peraih medali emas kali ini adalah Dick Jessen William (pelajar SMP Santa Maria, Pekanbaru), Ignatius Kent Hastu Parahita (SMPN 26, Surabaya), Alfian Edgar Tjandra (SMP Springfield, Kota Depok), Irfan Urane Aziz (SMPN 2, Kota Depok), Fauzan Rafif Widyanto (SMPN 211, Jakarta Selatan), Pikatan Arya Bramajati (SDN 2 Sokanegara, Purwokerto), Muhammad Surya Siddiq (SMPIP Daarul Jannah, Kabupaten Bogor), dan Rio Alexander Audino (SMPN 1, Singaraja, Bali).

Mereka yang mendapat perak adalah Novianita Isnaynizahra (SMPIT Ummul Quro, Bogor), Muhammad Hanif Afisena Nasution (SMPI Al Azhar 8, Kemang Pratama, Kota Bekasi), Mohammad Faraz Abisha Mirza (SMPI Al Azhar 8, Kemang Pratama, Kota Bekasi), Vania Rizky Juliana Wachid (SMPN 1, Surabaya), dan Azzahid A. Fairuzhaq Poeloengan (SMPN 1, Kota Bogor)

Peraih medali perunggu adalah Armand Khalif Susetyo (SMP Labschool Kebayoran, Jakarta), Hanan Fahmi (SMPI Al Azhar 12, Jakarta), dan Adinda Putri Salsabila (SMPN 1, Surabaya). Pada lomba kali ini, KPM yang berkantor pusat di Bogor mengirimkan 16 siswa yang terbagi menjadi empat tim. (Baca: 4.000 Orang Adu Pintar di Olimpiade Sains Bandung)

Untuk lomba kategori kelompok, tim Indonesia meraih satu medali emas, dua perak, dan satu perunggu pada lomba yang dilaksanakan di City Montessori School (CMS) Lucknow. Tim Indonesia A yang mendapat emas adalah Dick Jessen William, Alfian Edgar Tjandra, Novianita Isnaynizahra, dan Irfan Urane Aziz.

Selain mendapat emas, Tim A juga memperoleh penghargaan Champion Overall atau yang tertinggi untuk kategori tersebut. Tim ini menduduki peringkat pertama dari 43 tim yang mengikuti Wizmic 2014. Peserta berasal dari Indonesia, Thailand, Filipina, Afrika Selatan, dan India.

Tim Indonesia B yang diwakili Muhammad Surya Siddiq, Fauzan Rafif Widyanto, Ignatius Kent, Azzahid AF Poeloengan, dan Tim D yaitu Rio Alexander Audino, Pikatan Arya Bramajati, Hanan Fahmi, dan Armand Khalif masing-masing meraih medali perak untuk kategori Team Award. Sedangkan Tim Indonesia C yang diwakili Muhammad Hanif Afisena, Mohammad Faraz Abisha Mirza, Vania Rizky Juliana Wachid dan Adinda Putri Salsabila, meraih medali perunggu.

Di kategori Group Award, Indonesia meraih penghargaan dua medali emas yang diraih Tim Indonesia A dan B serta dua medali perak yang diraih Tim Indonesia C dan D. Kontingen Indonesia juga mendapat sambutan meriah saat menampilkan tari Tor-tor pada malam budaya. Tim pelajar Indonesia rencananya akan kembali ke Tanah Air pada Kamis, 23 Oktober 2014 pagi hari.

Indonesia Juara Umum Lomba Matematika di India

Jakarta – Bendera Merah Putih berkibar di India. Momen itu berlangsung saat anak-anak dari Indonesia berhasil menjuarai lomba Matematika kelas internasional di India.

Tim Indonesia, diwakili dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di bawah asuhan R Ridwan Hasan Saputra. Anak-anak tersebut mempersembahkan medali untuk Indonesia dalam ajang kompetisi matematika Wizards At Mathematics International Competition (WIZMIC) 2014 India. Demikian keterangan pers dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM), yang diterima detikcom, Selasa (21/10/2014).

Ada 16 siswa yang terbagi menjadi 4 tim. Lomba tersebut dilaksanakan di City Montessori School (CMS) Lucknow, India dari tanggal 18-21 Oktober 2014. Hasil untuk kategori perorangan yang diraih oleh siswa tingkat SMP adalah 8 medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Peraih medali emas adalah Dick Jessen William siswa SMP Santa Maria Pekanbaru. Ignatius Kent Hastu Parahita siswa SMPN 26 Surabaya. Alfian Edgar Tjandra siswa SMP Springfield Depok. Irfan Urane Aziz siswa SMPN 2 Depok. Fauzan Rafif Widyanto siswa SMPN 211 Jakarta. Pikatan Arya Bramajati siswa SDN 2 Sokanegara, Purwokerto). Muhammad Surya Siddiq siswa SMPIP Daarul Jannah, Bogor) dan Rio Alexander Audino siswa SMPN 1 Singaraja Bali.

Sementara itu, peraih medali perak adalah Novianita Isnaynizahra siswa SMPIT Ummul Quro Bogor. Muhammad Hanif Afisena Nasution siswa SMPI Al Azhar 8 Kemang Pratama, Bekasi. Mohammad Faraz Abisha Mirza siswa SMPI Al Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi. Vania Rizky Juliana Wachid siswa SMPN 1 Surabaya dan Azzahid A Fairuzhaq Poeloengan siswa SMPN 1 Kota Bogor.

Untuk peraih medali perunggu adalah Armand Khalif Susetyo siswa SMP Labschool Kebayoran Jakarta. Hanan Fahmi siswa SMPI Al Azhar 12 Jakarta dan Adinda Putri Salsabila siswa SMPN 1 Surabaya.

Sedangkan untuk kategori Team Award Indonesia meraih penghargaan 1 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.

“Tim Indonesia A yang diwakili Dick Jessen William, Alfian Edgar Tjandra, Novianita Isnaynizahra dan Irfan Urane Aziz, selain mendapat Gold Medal untuk kategori Team Award, mereka juga mendapatkan penghargaan Champion Overall untuk kategori tim, sebuah penghargaan tertinggi untuk kategori tersebut. Tim indonesia A menduduki peringkat pertama dari 43 tim yang mengikuti lomba WIZMIC 2014,” ujar Ridwan Hasan Saputra.

Tim Indonesia B yang diwakili Muhammad Surya Siddiq, Fauzan Rafif Widyanto, Ignatius Kent, Azzahid AF Poeloengan, dan Team Indonesia D yang diwakili Rio Alexander Audino, Pikatan Arya Bramajati, Hanan Fahmi, Armand Khalif Susetyo. Kedua Tim tersebut masing-masing meraih medali perak untuk kategori Team Award.

Tim Indonesia C yang diwakili Muhammad Hanif Afisena Nasution, Mohammad Faraz Abisha Mirza, Vania Rizky Juliana Wachid, Adinda Putri Salsabila, meraih medali emas untuk kategori Team Award. Sedangkan Group Award Indonesia meraih penghargaan 2 medali emas yang diraih tim Indonesia A dan B, serta 2 medali perak yang diraih tim Indonesia C dan D.

“Hasil WIZMIC 2014 sangat membanggakan, karena jauh lebih baik dari yang diraih sebelumnya pada tahun 2011 yang baru mendapatkan 2 Gold Medal, 5 Silver Medal, 9 Bronze Medal,” kata Ridwan.

Tahun ini jumlah peserta yang mengikuti WIZMIC adalah 172 siswa yang terbagi menjadi 43 tim dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Thailand, Philipina, Afrika Selatan dan tuan rumah India. Sambil juga memperkenalkan budaya Indonesia, tim Indonesia juga mendapat sambutan meriah pada acara Cultural Night, dengan menampilkan tari Tor-Tor.

sumber: news.detik.com

Perkalian Jari-Jari

Seperti yang kita tahu bahwa perkalian adalah salah satu hal yang paling mendasar dalam ilmu matematika. Dan termasuk salah satu ilmu yang paling sering dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun begitu, terkadang mungkin kita lupa dengan perkaliam sederhana, misalnya 6 x 9 itu berapa hasilnya? Sederhana sekali bukan? Tapi bisa saja dalam satu titik, dimana otak kita mengalami kejenuhan, perlu waktu extra untuk mendapatkan hasilnya.

Nah … Jika sudah demikian, ada cara mudah dengan memanfaatkan karunia Tuhan yang lain yaitu jari jemari tangan kita.

Rumusnya begini, di kedua tangan masing-masing berlaku:


  • Jari kelingking mewakili angka 6
  • Jari manis mewakili angka 7
  • Jari tengah mewakili angka 8
  • Jari telunjuk mewakili angka 9
  • Dan jempol berfungsi sebagai pelengkap perkalian

Nah, sekarang misalnya ada perkalian 7×7. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

  1. Tempelkan kedua jari manis (tangan kiri dan kanan)
  2. Jari yang menempel kebawah dijumlahkan. Jadi jumlahnya adalah 4, yaitu berasal dari 2 jari kelingking dan 2 jari manis.
  3. Jari-jari yang berada diatas jari menempel berlaku rumus perkalian. Yaitu 3×3=9, yang berasal dari 3 jari (tengah, telunjuk dan jempol) di tangan kiri dan 3 jari di tangan kanan.

Nah, hasilnya didapatkan dengan cara menggabungkan hasil penjumlahan yaitu 4 dan hasil perkalian yaitu 9. Jadi hasil perkalian 7×7 adalah 49

Bagaiman dengan perkalian yang lain? Caranya sama saja, tempelkan kedua jari yang mewakili angka-angka yang hendak dikalikan. Misalnya 6×7 (lihat gambar)


Memang perkalian menggunakan jari-jari tangan sangat terbatas, yang hanya bisa digunakan untuk perkalian dari angka 6 sampai dengan 9 saja. Tapi setidaknya itu cukup membantu (menurut saya). Atau mungkin ada yang tahu cara lain yang lebih kompleks dan mudah? Silakan di share :)

Semoga bermanfaat