Evolusi digital marketing

Digital marketing, pasti sebagian orang atau bahkan mungkin semua orang (termasuk saya tentunya) akan mengamini ketika diberi pernyataan bahwa “digital marketing adalah marketing yang dilakukan melalui internet”.

Ternyata pendapat itu tidak sepenuhnya benar, jika merujuk pada sebuah definisi sederhana yang terdapat di hampir setiap pojok rumah mbah Google.

Digital marketing dapat didefinisikan sebagai cara untuk mempromosikan sebuah produk/brand dengan menggunakan segala bentuk iklan digital. Media yang digunakan meliputi TV, Radio, digital billboard, mobile phone (SMS, MMS), email, RSS, internet dan lain-lain yang semuanya ditujukan untuk menjangkau target dalam waktu yang singkat, efektif dan efisien.

Nah loh!

Dengan merujuk definisi diatas, mungkin lebih tepat jika kita mengatakan bahwa aktifitas pemasaran yang dilakukan melalui internet dinamakan dengan INTERNET MARKETING.

Tetapi karena dalam beberapa tahun terakhir ini internet menjadi komponen utama dan terbesar dari aktifitas digital marketing, apalagi dengan munculnya modus baru yang dinamakan dengan social media marketing, maka terjadilah sebuah evolusi dari sebuah definisi dimana digital marketing adalah Internet Marketing, yaitu aktifitas pemasaran yang dilakukan melalui internet.

Evolusi digital marketing berhenti sampai disitu? Mungkin iya … Mungkin pula tidak.

Kalau merujuk pendapat pribadi, evolusi ini akan berlanjut ke tahap berikutnya yang lebih mengerucut dan lebih spesifik dengan apa yang disebut (mungkin) MOBILE MARKETING.

Kenapa mobile marketing?
Beberapa alasannya adalah sebagai berikut:

A) Statistik secara global menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah pengguna internet yang signifikan. Di Indonesia saja, di tahun 2012 tercatat 60 juta pengguna internet. Naik 5 juta orang dari tahun sebelumnya. Tahun 2013 jadi berapa? Nanti kita cari statistiknya :)

B) Terus meningkatnya jumlah pengguna mobile internet. Hampir semua handphone (bahkan feature phone paling murah sekalipun) dilengkapi fitur internet, minimal untuk browsing.

Apalagi jika bicara smartphone. Apa fungsinya memiliki smartphone tanpa koneksi internet?

C) Internet bukan lagi barang mewah bin mahal. Karena semua operator menawarkan paket data dengan harga yang sangat kompetitif.

D) Pergeseran trend, teknologi, life style dan kebutuhan orang dari basic service (call & sms) ke add on service (internet)

E) Semua developer (apps, web, portal, social media, dll) sangat fokus untuk mengembangkan versi mobile baik itu mobile web ataupun mobile apps, tapi tidak semua developer mengembangkan versi desktop.

Contohnya:
– Path & Vine yang sama sekali tidak membuat versi desktop.
– Instagram, yang meskipun ada versi desktopnya tetapi fiturnya sangat terbatas
– Twitter, 11-12 sama Instagram. Versi desktopnya tidak powerfull, tidak ada fitur upload foto/video.
– dan lain-lainnya

F) Perubahan habit, dimana orang lebih suka mengakses internet melalui mobile dibanding desktop.

Saya sendiri misalnya, sudah tidak pernah lagi membaca detik.com, kompas.com dan beberapa news portal lainnya melalui desktop melainkan melalui mobile devices. Karena satu alasan … Supaya tidak terganggu oleh banyaknya iklan yang seperti pasar malam di portal versi desktop mereka. Bagaimana dengan Anda ?

Memang …. Evolusi berikutnya tidak akan terjadi dalam 1 atau 2 tahun mendatang. Tapi dari fenomena yang terjadi, saya yakin bahwa hal itu akan terjadi pada saatnya nanti. Entah kapan …